Hubungan Antara Tarif Impor Tiongkok dengan Kinerja Ekspor Komoditas Pertanian Indonesia (Tahun 2013-2023)

Metode Penelitian Politeknik APP Jakarta

Author

Raaken Danendra Anargya Widodo

Published

January 15, 2025

LOGO

1 Pendahuluan

1.1 Latar belakang

Ekspor komoditas pertanian memegang peran strategis dalam mendukung ekonomi Indonesia, baik melalui kontribusi devisa maupun penciptaan lapangan kerja. Namun, kinerja ekspor ini tidak terlepas dari dinamika hubungan perdagangan internasional, termasuk dengan Tiongkok, mitra dagang terbesar Indonesia. Sebagai pasar utama bagi produk pertanian Indonesia seperti kelapa sawit dan karet, kebijakan tarif impor Tiongkok menjadi salah satu faktor kunci yang memengaruhi daya saing produk Indonesia di pasar global.

Identifikasi permasalahan menunjukkan bahwa fluktuasi kebijakan tarif impor sering kali berdampak pada volume ekspor Indonesia ke Tiongkok. Tarif yang tinggi dapat menurunkan daya saing harga, sementara tarif yang rendah memberikan peluang peningkatan ekspor. Penelitian sebelumnya juga mengungkapkan bahwa kebijakan proteksionisme tarif di negara tujuan ekspor dapat berdampak signifikan pada pertumbuhan sektor pertanian domestik.

1.2 Ruang lingkup

Penelitian ini menganalisis hubungan antara tarif impor Tiongkok dan kinerja ekspor komoditas pertanian Indonesia pada periode 2013-2023. Fokusnya adalah komoditas unggulan seperti kelapa sawit, karet, kopi, dan kakao, dengan tarif impor sebagai variabel independen dan kinerja ekspor sebagai variabel dependen.Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengaruh kebijakan tarif terhadap perdagangan internasional. Temuan ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis bagi para pemangku kebijakan untuk meningkatkan daya saing komoditas pertanian Indonesia di pasar Tiongkok..

1.3 Rumusan masalah

  1. Bagaimana pengaruh Hubungan Antara Tarif Impor Tiongkok dengan Kinerja Ekspor Komoditas Pertanian Indonesia (Tahun 2013-2023).

  2. Seberapa ber-fluktuasinya volume ekspor komoditas pertanian Indonesia ke Tiongkok

1.4 Tujuan dan manfaat penelitian

  1. Menganalisis pengaruh Hubungan Antara Tarif Impor Tiongkok dengan Kinerja Ekspor Komoditas Pertanian Indonesia (Tahun 2013-2023).

  2. Menentukan seberapa fluktuatif volume ekspor komoditas pertanian Indonesia ke Tiongkok

1.5 Package

Ini tidak wajib ada di tulisan anda tapi anda dapat menunjukkan Packages yang digunakan antara lain sebagai berikut:

library(tidyverse)
library(readxl)
library(WDI) # tambahkan library lain jika diperlukan

2 Studi pustaka

Penelitian ini merujuk pada teori perdagangan internasional, seperti teori Heckscher-Ohlin yang menjelaskan bagaimana perbedaan keunggulan komparatif memengaruhi pola perdagangan antarnegara. Studi sebelumnya oleh Johnson et al. (2018) menunjukkan bahwa tarif impor memiliki pengaruh signifikan terhadap volume ekspor negara mitra dagang, terutama untuk komoditas pertanian yang sensitif terhadap kebijakan tarif. Selain itu, penelitian oleh Arifin dan Santoso (2020) mencatat bahwa dinamika hubungan perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok sering kali dipengaruhi oleh fluktuasi tarif dan kebijakan proteksionisme. Dalam konteks ASEAN, kajian oleh Lee (2019) menekankan pentingnya perjanjian perdagangan bebas dalam mengurangi hambatan tarif untuk meningkatkan ekspor. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara tarif impor Tiongkok dan kinerja ekspor komoditas pertanian Indonesia pada periode 2013–2023, dengan menggunakan analisis regresi untuk memahami dampaknya secara kuantitatif.

3 Metode penelitian

3.1 Data

Tahun Tarif Impor Tiongkok (%) Volume Ekspor Indonesia (Ton)
2013 10.00 500
2014 09.05 520
2015 09.00 530
2016 08.05 550
2017 08.00 580
2018 07.05 600
2019 07.00 620
2020 06.05 610
2021 06.00 620
2022 05.05 630
2023 05.00 640

penelitian ini menggunakan data Tarif Impor yang mempengaruhi volume ekspor dari tahun 2017-2023

3.2 Metode analisis

Metode yang dipilih adalah regresi univariat atau Ordinary Least Square (OLS) dengan 2 variabel independen. Penelitian ini merbaksud mencari hubungan antara Tarif Impor dengan Volume Ekspor. Spesifikasi yang dilakukan adalah:

\[ y_{t}=\beta_0 + \beta_1 x_t+\mu_t \] di mana \(y_t\) adalah hwy dan \(x_t\) adalah cty.

4 Pembahasan

4.1 Pembahasan masalah

Tahun TIX VEI
2013 10.00 500
2014 09.05 520
2015 09.00 530
2016 08.05 550
2017 08.00 580
2018 07.05 600
2019 07.00 620
2020 06.05 610
2021 06.00 620
2022 05.05 630
2023 05.00 640

Berdasarkan data, terjadi tren penurunan tarif impor Tiongkok dari 10,00% pada tahun 2013 menjadi 5,00% pada tahun 2023, yang diikuti oleh peningkatan volume ekspor komoditas pertanian Indonesia dari 500 ton menjadi 640 ton pada periode yang sama. Hal ini mengindikasikan adanya hubungan positif antara penurunan tarif impor dan peningkatan kinerja ekspor. Namun, fluktuasi volume ekspor terjadi pada beberapa tahun, seperti tahun 2020, di mana ekspor turun menjadi 610 ton meskipun tarif terus menurun. Fenomena ini menunjukkan bahwa selain tarif, ada faktor lain yang memengaruhi kinerja ekspor, seperti kondisi ekonomi global, kebijakan perdagangan, atau dampak pandemi COVID-19. Oleh karena itu, analisis lebih lanjut diperlukan untuk mengukur pengaruh tarif secara kuantitatif dan mengidentifikasi faktor lain yang berperan, sehingga dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih strategis untuk meningkatkan ekspor ke Tiongkok.

4.2 Analisis masalah

Hasil regresinya adalah

library(readxl)
list.files(pattern = "DATARAAKEN.xlsx")
character(0)
dat<-read_excel("C:/Users/ThinkPad/Downloads/Semester 3/GITHUB/DATARAAKEN.xlsx")
reg<-lm(VEI~TIX,data=dat)
summary(reg)

Call:
lm(formula = VEI ~ TIX, data = dat)

Residuals:
    Min      1Q  Median      3Q     Max 
-14.351  -8.407  -6.275   6.593  29.461 

Coefficients:
              Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)    
(Intercept) -1.723e+07  1.692e+06  -10.18 3.07e-06 ***
TIX         -7.799e-03  7.658e-04  -10.18 3.07e-06 ***
---
Signif. codes:  0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1

Residual standard error: 14.58 on 9 degrees of freedom
Multiple R-squared:  0.9202,    Adjusted R-squared:  0.9113 
F-statistic: 103.7 on 1 and 9 DF,  p-value: 3.074e-06
ggplot(dat, aes(x = TIX, y = VEI)) +
  geom_point(color = "blue", size = 3) +  # Titik scatter
  geom_smooth(method = "lm", color = "red", se = TRUE) +  # Garis regresi linier
  labs(
    title = "Scatterplot TIX vs VEI dengan Garis Regresi",
    x = "TIX (Variabel Independen)",
    y = "VEI (Variabel Dependen)"
  ) +
  theme_minimal() 
`geom_smooth()` using formula = 'y ~ x'

library(readxl)
list.files(pattern = "DATARAAKEN.xlsx")
character(0)
dat<-read_excel("C:/Users/ThinkPad/Downloads/Semester 3/GITHUB/DATARAAKEN.xlsx")
reg<-lm(VEI~TIX,data=dat)
summary(reg)

Call:
lm(formula = VEI ~ TIX, data = dat)

Residuals:
    Min      1Q  Median      3Q     Max 
-14.351  -8.407  -6.275   6.593  29.461 

Coefficients:
              Estimate Std. Error t value Pr(>|t|)    
(Intercept) -1.723e+07  1.692e+06  -10.18 3.07e-06 ***
TIX         -7.799e-03  7.658e-04  -10.18 3.07e-06 ***
---
Signif. codes:  0 '***' 0.001 '**' 0.01 '*' 0.05 '.' 0.1 ' ' 1

Residual standard error: 14.58 on 9 degrees of freedom
Multiple R-squared:  0.9202,    Adjusted R-squared:  0.9113 
F-statistic: 103.7 on 1 and 9 DF,  p-value: 3.074e-06

5 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis regresi, ditemukan bahwa tarif impor Tiongkok (TIX) memiliki pengaruh signifikan terhadap volume ekspor Indonesia (VEI), dengan nilai p < 0,001. Koefisien regresi negatif sebesar -7,799e-03 menunjukkan bahwa setiap penurunan satu unit pada tarif impor Tiongkok berkorelasi dengan peningkatan volume ekspor sebesar 7,799 ton, dengan asumsi faktor lain tetap. Model ini memiliki tingkat kepastian yang sangat baik, ditunjukkan oleh nilai R-squared sebesar 0,9202, yang berarti 92,02% variasi dalam volume ekspor dapat dijelaskan oleh perubahan tarif impor. Signifikansi model juga didukung oleh F-statistic sebesar 103,7 (p < 0,001). Dengan demikian, penelitian ini menguatkan hipotesis bahwa penurunan tarif impor Tiongkok secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan volume ekspor komoditas pertanian Indonesia, meskipun faktor lain tetap perlu dianalisis untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif.

6 Referensi

Arifin, M., & Santoso, D. (2020). Pengaruh Kebijakan Perdagangan Internasional terhadap Kinerja Ekspor Indonesia ke Tiongkok. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 12(3), 123-134.

Heckscher, E., & Ohlin, B. (1933). Interregional and International Trade. Cambridge: Harvard University Press.

Johnson, P., Smith, R., & Lee, K. (2018). The Impact of Tariff Reduction on Agricultural Export Performance: Evidence from Emerging Markets. Journal of International Trade Studies, 45(2), 56-78.

Lee, J. W. (2019). ASEAN Free Trade Agreement and Its Impacts on Export Dynamics. Asian Economic Journal, 23(1), 45-63.

WTO. (2023). Trade and Tariff Data.

Badan Pusat Statistik Indonesia. (2023). Statistik Ekspor dan Impor Indonesia Tahun 2013–2023. Jakarta: BPS Indonesia.